PERBANDINGAN FIKSASI LARUTAN BOUIN DAN FORMALIN PADA SEDIAAN PREPARAT HISTOLOGI TESTIS MARMUT

  • Rusmiatik Atik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Abstract

Fiksasi merupakan salah satu bagian dari beberapa tahapan dalam pembuatan sediaan histologi. Maksud dari dilakukannya fiksasi adalah untuk membuat struktur unsur-unsur jaringan menjadi stabil, tidak mengalami perubahan (post-mortem) pasca kematian. Apabila individu mati maka ada dua hal yang bisa merusak struktur jaringan yaitu  pengaruh enzim proteolitik dan pengaruh bakteri pembusuk. Larutan fiksatif yang sering digunakan adalah larutan bouin dan formalin. Dalam proses fiksasi dengan larutan  bouin yang terdiri dari picrid acid 75 ml, formaldehid 25 ml, acetid acid 5ml, sedangkan untuk formalin digunakan dengan konsentrasi 40%. Dalam proses fiksatif dengan formalin, tidak mengkerutkan jaringan tetapi jaringan mengkerut karena pengaruh alkohol pada waktu proses dehidrasi. Jaringan yang di fiksasi dengan formalin dapat langsung di pindahkan ke dalam alkohol 70%, alkohol 80%, alkohol 96%,dan alkohol absolut.

Published
Jun 25, 2019
How to Cite
ATIK, Rusmiatik. PERBANDINGAN FIKSASI LARUTAN BOUIN DAN FORMALIN PADA SEDIAAN PREPARAT HISTOLOGI TESTIS MARMUT. JURNAL KEDOKTERAN, [S.l.], v. 4, n. 2, p. 5-9, june 2019. ISSN 2460-9749. Available at: <http://e-journal.unizar.ac.id/index.php/kedokteran/article/view/96>. Date accessed: 22 oct. 2019.
Section
Articles