DETEKSI MUTASI GEN Emb SEBAGAI SIFAT RESISTENSI PRIMER FIRST LINE ORAL AGENTS ETHAMBUTOL PADA PASIEN TB PARU BTA + DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAB. LOMBOK TIMUR

  • fachrudi hanafi
  • sugijati sugijati Poltekes Kemenkes Mataram
  • Dewi Utary fakultas kedokteran universitas islam al-azhar

Abstract

Latar belakang : Ethambutol termasuk obat lini pertama pengobatan TB yang berkhasiat spesifik terhadap mycobakteri dan tidak terhadap bakteri-bakteri lain. Bukti–bukti genetik menunjukkan bahwa mutasi gen  Emb, merupakan penyebab kekebalan Etambutol, dengan persentase mutasi gen Emb sebesar 60% - 70%. Data dari RS Persahabatan tahun 1993 menunjukkan resistensi Mycobacterium tuberculosis terhadap Etambutol adalah 7,7%, sedangkan penelitian di provinsi DKI, Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan berkisar antara 11,9% dan 15,6%. Hasil penelitian Syaifudin menemukan sifat resistensi Etambutol berdasarkan mutasi gen Emb menggunakan metode SSCP radioaktif didapatkan 7,1%. Selain itu hasil penelitian pola kepekaan kuman M.tuberculosis terhadap OAT menggunakan teknik PCR dari sampel dahak dan pleura penderita TB di RSU Provinsi NTB diperkirakan telah mengalami resistensi terhadap ethambuthol sebesar 29,4%. Frekuensi dan jenis mutasi pada gen Emb juga spesifik karena perbedaan geografis sehingga sangat perlu dilakukan pemeriksaan sifat resistensi gen Emb pada setiap daerah.Tujuan penelitian : mendeteksi adanya mutasi gen Emb Mycobacterium tuberculosis sebagai sifat resistensi primer first line oral agents ethambutol pada penderita TB paru dengan BTA + yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Lombok Timur.Metode : Penelitian ini bersifat observasional deskritif yaitu mendeteksi adanya mutasi gen Emb M. tuberculosis. Tempat penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam mendeteksi adanya mutasi gen Emb adalah menggunakan teknik PCR dan dilanjutkan dengan nested PCR. Variabel penelitian adalah sputum penderita TB paru baru dengan BTA +.Hasil : Dari hasil pengumpulan data didapatkan sebanyak 50 sampel sputum BTA +. Dari pemeriksaan dengan PCR diagnostik Tb1 dan Tb2, semua sampel dinyatakan + (100%) mengandung M. tuberculosis.  Setelah dilakukan pemeriksaan PCR kemudian dilanjutkan dengan analisis nested PCR dan hasilnya membuktikan telah terjadi mutasi pada daerah komplementer primer yang merupakan target gen Emb M. tuberculosis dan didapatkan sebanyak 5 sampel (10%) yang dinyatakan resisten atau terjadi mutasi sedangkan sisanya 45 sampel (90%) masih sensitif atau tidak terjadi mutasi. Lima sampel tersebut berasal dari Puskesmas Wanasaba (2), Terara (1), Denggen (1) dan Lepak (1).Kesimpulan : telah terjadi resistensi primer first line oral agents ethambutol pada beberapa penderita TB paru dengan BTA + di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Lombok Timur.


 

Published
Sep 10, 2020
How to Cite
HANAFI, fachrudi; SUGIJATI, sugijati; UTARY, Dewi. DETEKSI MUTASI GEN Emb SEBAGAI SIFAT RESISTENSI PRIMER FIRST LINE ORAL AGENTS ETHAMBUTOL PADA PASIEN TB PARU BTA + DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAB. LOMBOK TIMUR. JURNAL KEDOKTERAN, [S.l.], v. 6, n. 1, p. 1-11, sep. 2020. ISSN 2620-5890. Available at: <https://e-journal.unizar.ac.id/index.php/kedokteran/article/view/258>. Date accessed: 20 june 2021. doi: http://dx.doi.org/10.36679/kedokteran.v6i1.258.
Section
Articles